Tjurhat.

Hampir 2 bulan aku berhenti menulis, kesal rasanya mencoba platform sana-sini. Belajar mengulik HTML dengan cara otodidak, tidak ada kepuasan yang didapat, yang ada hanya menghabiskan waktu. Otakku hampir beku tidak ada inspirasi, padahal hampir setiap hari berbagai macam kopi kucicipi, inspirasi lenyap hilang entah kemana. Beberapa gunung sudah kudaki belakangan ini, namun tidak ada … Continue reading Tjurhat.

Waktu

Aku adalah waktu Yang selalu melintasi harimu Aku adalah waktu Yang selalu ingin menjadi masa depanmu. Aku adalah waktu Yang mungkin saja bisa menjadi masa lalumu. Aku adalah waktu Yang sering diabaikan olehmu. Aku adalah waktu Yang sesekali bisa membuatmu menyesal. Aku adalah waktu Yang tidak bisa kembali.

Kau dan aku menuju ruang hampa.

Hari ini kau tersenyum padaku di depan semua orang. Ketika sunyi kita kembali menjadi asing yang saling acuh. Kau ingin tahu bagaimana rasanya? Ibarat pecandu insomnia yang rindu akan mimpinya. Ibarat radio yang tidak memiliki pendengar. Ibarat kopi yang tidak memiliki rasa caffeine. Ibarat rokok tanpa nikotin. Pahit. Namun apa daya. Waktu tidak dapat berjalan … Continue reading Kau dan aku menuju ruang hampa.

Tulisan adalah sesuatu hal yang dibebaskan.

Kau bisa menulis tentang anjing-anjing biadab Kau bisa menulis tentang jadwal keseharianmu Kau bisa menulis tentang kisah-kisah cintamu Bahkan kau pun bisa menulis daftar belanjamu Tulislah apa yang ingin kau tulis Utarakan apa yang harus diutarakan Sembunyikan apa yang harus disembunyikan Semua ada tata letaknya masing-masing. Tapi Ingat Semua yang kau tulis ada konsekuensinya Entah … Continue reading Tulisan adalah sesuatu hal yang dibebaskan.

Proses Hukum Mencintaimu

Sepagi ini aku dituduh merindukanmu. Di siang hari aku terdakwa mencintaimu. Di sore hari aku menjadi tersangka karena telah menyayangimu. Lalu di malam hari aku sudah menjadi tahanan dalam hatimu. Di penjara dalam perasaanmu dengan hukuman seumur hidup. Secepat itukah proses hukum mencintaimu? -Topan Trengginas, 2016